Kamis, 05 Agustus 2010

Makin Mantap di Jalur Religi Dalam Album “Shollu Ala Muhammad”





Jelang Ramadhan, saatnya akrab dengan lagu-lagu Opick. Sudah lima tahun terakhir penyanyi bernama Aunur Rofiq Lil Firdaus ini, menyapa pencinta musik Tanah Air dengan karya lagu religi Islami yang inspiratif. Tak terkecuali bulan suci tahun ini.

Bersama produser Nadahijrah-Forte Records, Opick meluncurkan album bertajuk “Shollu Ala Muhammad”, pada akhir Juli 2010, atau sebulan sebelum 1 Ramadhan 1431 H. Inilah album pop religi Islami keenam setelah “Istighfar” (2005), “Semesta Bertasbih” (2006), “Ya Rahman” (2007), “Cahaya Hati” (2008) dan “Di Bawah LangitMu” (2009).

Opick adalah satu dari sedikit penyanyi dan komposer lagu yang mengkhususkan pada karya religi Islami. Kehadirannya yang konsisten setiap tahun dengan karya album baru, menjadikan ayah tiga anak ini sebagai ikon penyanyi religi Islami yang kondang dan disegani.

Sebelumnya, Opick sempat bertarung keberuntungan di jalur musik mainstream rock. Namun keberuntungan dan keberkahan didapat Opick di jalur religi. Dan, konsistensi menawarkan karya berkualitas yang bukan sekedar komersil itulah yang kembali ditunjukkan Opick dalam album terbarunya kali ini.

“Shollu Ala Muhammad”, memuat 10 lagu pop religi yang liriknya bukan saja mengagungkan Sang Khalik tapi juga sarat akan ajakan pada kebaikan. Beberapa lagu di antaranya layak dinikmati untuk memperkaya khasanah lagu religi Islami. Single hits, “Shollu Ala Muhammad”, yang sama dengan tajuk album, dibuat Opick dengan melodi riang medium beat.

Opick kerap menawarkan lagu yang bisa dinikmati lintas usia. Aransemen vokal “Shollu Ala Muhammad”, yang ditingkahi suara latar choir anak-anak, menandakan, tembang ini berpotensi menjadi semacam ‘tembang wajib’ bagi anak-anak.

Simak pula “Andai Waktu Memanggil”. Dengan intro permainan piano ala pop sophisticated ini, Opick berdendang bersama Fira ‘FLO’. Fira adalah juara pertama Festival Lagu Opick (FLO) tingkat remaja. Beberapa waktu yang lalu, Opick memang menggelar kompetisi menyanyi lagu-lagunya di enam kota, termasuk Jakarta, bagi biduan dan biduanita anak-anak, remaja dan dewasa.

Suara bening Fira terasa syahdu manakala bersanding dengan vokal Opick dengan tingkahan petikan gitar ala aransemen lagu pop rock di bagian interlude. Opick menegaskan, musik dengan kemasan genre apapun adalah alat dalam menyampaikan pesan lirik yang dibuatnya.

Tak heran, dalam berkreasi menggarap album, Opick tak terbelenggu dengan atmosfer musik atau irama padang pasir sebagai stereotipe musik Islami, yang sebenarnya bisa salah kaprah. Apa yang selalu Arab tak selalu identik dengan Islami kan?

“Musik hanya kendaraan bagi saya. Tergantung kebutuhan lagunya. Lirik seperti apa yang cocok dikemas dengan musik seperti apa. Yang penting melodinya indah dan liriknya bisa diresapi,” tutur Opick.

Fira bukan satu-satunya jawara dalam kontes menyanyi FLO yang digandeng Opick. Dalam tembang “I’Tiraf”, Opick berduet dengan Inggrid, juara dalam kategori anak-anak. Aslinya, I’Tiraf memuat lirik yang ditorehkan Abu Nawas, penyair kondang di jaman keemasan dunia Islam di Asia-Eropa.

Dalam beragam versi melodi, syair “I’Tiraf” yang memuat pengakuan akan kecilnya kehadiran seorang hamba di mata Tuhannya, itu sempat hadir. Sebelumnya Raihan, kumpulan nasyid dari Malaysia, menjadikannya hit, di tahun 2000. Sementara, Kiai Kanjeng, grup musik gamelan-Islami, yang dimotori Emha Ainun Nadjib pun, kerapkali membawakannya.

Termasuk Haddad Alwi dan GIGI, band pop, yang sempat memiliki beberapa album religi. “Sebuah tantangan bagi saya menghadirkan kembali lagu “I’Tiraf” ke dalam rasa baru,” tandas Opick. Dengan kawan duetnya yang baru., penyanyi kelahiran Jember, Jawa Timur, 16 Maret 1974 ini, ingin membawa angin penyegaran bagi penggemarnya yang selalu menantikan karya-karya pop religi miliknya.

Sebelumnya, Opick sukses membawakan beragam hits dengan sejumlah kawan duet yang lain seperti “Takdir” bersama Melly Goeslaw dari album “Semesta Bertasbih”. “Ya Rasul” berduet dengan qariah juara internasional, Wafiq Azizah. Dan, tentu Rachel Amanda, pemain sinetron anak yang kini telah remaja.

Sejak album perdana, “Istighfar” hingga album “Di Bawah LangitMu”, Opick dan Amanda menghasilkan sejumlah hits religi yang menjadi semacam “anthem”, lagu wajib rohani bagi anak-anak di sekolah. Misalnya, “Alhamdulillah”. Dan, di albumnya kali ini, semangat itu ditawarkan pada lagu “Shollu Ala Muhammad”, dengan latar suara choir finalis FLO.

Kamis, 15 April 2010

Memahami Makna di Balik Senandung Ya Robbana


“Ya robana, robbana,robbana
Ya robana zhalamna anfusana
Wa inlam tagfirlana
Wa tarhamna lanakunanna
Min al-khusirin.”


Nikmatnya bertobat
Pengarang lirik lagu berjudul Ya Robbana ini merupakan kutipan ayat Al-qur’an, yang artinya “Ya Tuhan kami, kami telah menganiyaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang merugi,”(QS Al-‘Araf[7]:23). Ayat ini merupakan doa yang diucapkan oleh nabi Adam a.s tak pernah berhenti untuk memohon ampunan-Nya atas sefala dosa yang pernah dibuatnya. Begitu dalam makna ayat ini, kalau kita berusaha untuk merenungkanya dan sungguh-sungguh.
Kadang karena gengsi, malu, angkuh dan harga diri, kita terpaksa mengingkari hati nurani sendiri. Padahal hati kita mengatakan bahwa apa yang diperbuat adalah salah, tetapi karena malu dan gengsi kepada orang tertentu, kita menjadi enggan mengakui kesalahan. Atau karena angkuh dan harga diri kita enggan menunjukan kesalahan sendiri. Kawan disekitarpun lebih sering mendukung bertambahnya ego, sehingga terus menerus menimbun kesalahan. Hal itu karena persahabatan yang di jalin hanya persahabatan ruhani, sehingga menutup mata hati untuk mengakui kesalahan. Persahabatan jenis seperti ini hanya akan menjerumuskan, karena persahabatan semua hanya mengedepankan gengsi dan harga diri, tanpa mengindahkan nasihat dan teguran kearah kebaikan. Biasanya justru kemaksiatan dianggap sebagai suatu yang memalukan dan menjijikan. Itulah mengapa Tuhan selalu membuka tobat pintu manusia, karena kesalahan dan dosa yang terjadi dalam hal – hal seperti itu banyak yang terjadi.
Misalnya demi mengikuti model tertentu sesorang akan mengenakan pakaian yang dianggap indah, meskipun jenis pakean itu mengumbar aurat dan mengundang birahi. Namun, lingkup pergaulan yang di miliki tidak mendukung perubahan sikap yang baik, tetapi malah menganggap sebagai hal biasa saja bahakan dianggap sebagai tuntunan zaman yang tidak bisa dielakan. Mereka justru akan mencibir dan mengejek, jika kita tidak mengikuti model seperti itu. Pada hal lain pun terjadi seperti tidak minum-minuman dianggap kampungan tidak ikut berjudi dianggap norak, ditak ikut tawuran dianggap pengecut. Tidak menyakiti dianggap tidak berani,dan seterusnya.

“Ya Tuhan kami yang menguasai hati
Kami tlah lupa senantiasa bersalah
Hanya pada-Mu hati ingin kembali
Kami telah sesat kami telah aniaya”


Keangkuhan untuk mengakui kesalahan keenggangan untuk bertobat adalah penganiayaan terhadap hati nurani. Tuhanlah yang memiliki dan menguasai hati nurani. Tuhanlah yang memiliki dan menguasai hati kita. Kadang dia menitipkan salam kepada nurani untuk mendendangkan lagu kebenaran, menunjukan kesalahan, memperingatkan perbuatan dan menegur kenistaan. Tetapi, kita menolaknya karena hati tertutup oleh nafsu nafsu negatif dan merusak. Kita menjadi lupa dengan peringatan tuhan, tidak mempedulikan teguran-Nya, melambat lambatkan waktu untuk mengubah sikap, serta mengingkari kesalahan.
Manusia memang tempatnya salah dan lupa, karena itu adalah kodrat manusia. Tetapi akankah kelalain selalu menjadi alasan atas dosa dan kesalahan yang kita perbuat, padahal hati nurani kita selalu memperingatkan kesalahan setiap saat. Sebenarnya, kalau kita mampu menumbuhkan kesadaran tentang suatu perbuatan baik atau buruk, maka sesungguhnya hal itu dapat melahirkan penyesalan untuk melakukan keburukan atau penyesalan telah melakukan kesalahan.
Penyesalan merupakan tangga pertama bagi seseorang yang melakukan tobat. Artinya jika seseorang memiliki banyak dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, dan jumlahnya ribuan, maka ia anggap bertobat ketika kalbunya merasa tergetar oleh rasa penyesalan, serta berusaha untuk bertobat atas apa yang tela di lakukanya. Kita juga tidak merasa bangga melakukan dosa dan kesalahan, dan jika menyenangi sama sekali apa yang telah dilakukan. Misalnya, terucap atau terdetik dalam hati, “megapa aku melakukanya, astagfirullah.”. ini merupakan bukti tobat dalam hati kita.

“Ya Tuhan kami yang Maha Mengampuni
Tiadalah tempat untuk kami kembali
Kami yang lemah tiada daya upaya
Hanya pada-MU tidur ini berharap”


Jika manusia mempunyai kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yang pernah di perbuat, maka itu adalah potensi besar untuk melakukan perubahan. Allah telah berulang kali menawarkan perobatan dan pengampunan kepda umat manusia yang berdosa. Dia past mengampuni setiap hambanya yang bersalah. Tak ada tempat lain yang dituju oleh manusia, hanya kepada – NYA dan hanya kepada-NYA kita akan kembali. Inna lillahi wwa inna ilaihi rajiun.
Manusia adalah mahkluk yang sangat lemah. Tidak ada daya upaya yang bisa menolong dirinya, kecuali dengan bantuan Allah. Manusia hanya mampu merencanakan, tetapi seluruh keputusan ada pada takdir yang telah dituliskan oleh Allah di alam ruh, termaktub di lawhun mahfuzh. Lalu apa yang bisa kita banggakan, kepada siapa lagi kita berharap kalau bukan kepadaNYA.
Tangga berikutnya adalah meninggalan dosa dan menjauhkan diri dari tempat – tempat yang dapat memancing maksiat dan dosa. Ada semacam usaha yang kita lakukan untuk meninggalkan dan berlari sejauh jauhnya dari hal- hal yang dapat menarik diri untuk melakukan dosa. Kemudian, berttekad kuat dan berjanji kepda Allah untuk tidak melakukanya kembali. Apabila kita melakukanya tangga-tangga tobat semacam itu, maka Allah pasti akan mengampuni dosa kita . allah Swt akan menghapus semua dosa, buku amal kita di akhirat pun akan menjadi putih bersih dari noda.

“jika tanpa ampunan-MU
Jika tanpa rahmat dan cinta-MU
Sesungguhnya kami adalah orang yang merugi”


Tanpa rahmat dan cinta Allah yang tak tertandingi, maka tidak akan ada ampunan Allah bagi manusia yang berdosa. Hanya Allah-lah yang dapat mengobati beban berat hidup yang mengendap dalam setiap langkah. Membersihkan kembali semua kotoran yang melekat. RahmatNYA yang merangkai selimut kehangatan jiwa, saat tubuh menggigil karena dinginya nafsu dan tiupan angin keangkuhan. Meskipun kita sering jatuh bangun dalam lumpur dosa setiap hari, tetapi Tuhan selalu mengampuni. Tuhan slalu menyapa hamba-NYA yang bermaksiat, dengan berbagai isyarat.

Penulis : Opick Tomboati
Di ambil dari buku : Oase Spiritual Dalam Senandung
karangan : Opick Tomboati

Senin, 02 November 2009

Galery Foto Opick






















Kamis, 29 Oktober 2009

memahami makna di balik senandung Taqwa



Lagu berjudul taqwa ini juga mempunyai pesan sama dengan lagu Irhamna. Pengakuan sebuah dosa dan penyesalan merupakan wujud dari ketakwaan kita kepada Allah. Bagaimana mungkin kita dapat menjalakan semua perintah dan menjauhi segala larangan Allah Swt. Dengan tanpa sedikitpun kesalahan dan dosa. Maka tangga pertama kita untuk mencapai ketakwaan adalah dengan melakukan pertobatan terlebih dahulu, sebab manusia tak bisa luput dari kesalahan.
“LA ILAHA ILLALLAH
KUBERSUJUD PADA-MU DAN PASRAHKAN DIRI DI KEMAHAAN-MU
KUBERLINDUNG SELALU DARI DOSA-DOSA DI SETIAP SALAHKU
KAU JAGALAH, LINDUNGILAH, CINTAILAH AKU”
Dalam pertobatan itu, kita berpasrah kepada-Nya. Mengakui bahwa Dialah Zat yang maha pengampun, maha Agung, maha Penyayang dan maha Pemurah. Tidak ada tuhan selain Allah Swt. Kita memohon kepada-Nya agar selalu melindungi, memelihara, dan menjaga setiap langkah kita. Serta berdoa agar kita selalu mendapat cinta-Nya yang abadi dan suci.
Generasi kita saat ini begitu mudah mendapat suguhan tayangan sadis, adegan mesum dan tradisi liberal (bebas) tak bertuhan yang masuk keseluruh sendi kehidupan, baik melalui media cetak ataupun media elektronik. Begitu mudah anak sekolah terjurumus dalam lubang kemaksiatan, perzinaan, narkobah dan perjudian, serta kenakalan remaja yang lain.
Kitapun menyaksikan kejahatan para orang tua yang memberi contoh secara langsung atau tidak langsung. Meraka tidak sadar bahwa apa yang dilakukanya dilihat oleh jutaan mata anak – anak. Para remaja usia sekolah akan dapat dengan mudah menirukan tingkah pola negatif para orang tua yang menjadi figure. Korupsi, manipulasi, pungli dan kosuli yang dilakukan oleh kaum tua, secara tidak langsung akan menyuburkan generai muda dengan akan hal tersebut, di samping memberinya beban besar yang harus dipikul dikemudian hari.
“SETIAP DETIK YANG BERLALU MENGHITUNG
DIRIKU BERTANYA PADAKU
AKANKAH SIA-SIA BILA AHKIR WAKTU DATAG MEMANGGILKU
KAU JAGALAH, LINDUNGILAH, CINTAILAH AKU
LA ILAHA ILLALLAH.”
Narkobah seolah menjadi gaya hidup, judi menjadi pelarian kejenuhan, perzinaan menjadi pemuasan kebutuhan kebinatangan, serta penipuan, perampokan, pungli, korupsi menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Semua kebobrokan akhlak semacam ini kita saksikan setiap hari, sehingga beruntunglah orang yang mampu menghindarinya. Beruntunglah mereka yang telah memiliki kekuatan yang tangguh untuk mengindari kerusakan moral. Krisis ekonomi dan politik yang melanda bangsa ini semakin membawa angina penderitaan berkepanjangan bagai sebagaian besar masyarakat, sehingga memunculkan masalah-masalah baru di masyarakat, seperti kekerasan rumah tangga, permusuhan antar pendukung partai tertentu, dan naiknya tingkat kejahatan.
Lagu Irhamna dan Taqwa dalam album Semesta bertasbih di ats juga tidak dapat dipisahkan dari pesan-pesan religius dalam Album Istigfar yang memuat ajakan kepada kita semua untuk bertobat, menyesali segala dosa yang pernah kita perbuat.


Penulis :
“OPICK TOMBOATI”

Rabu, 28 Oktober 2009

Memahami Makna di balik Senandung Irhamna


Ajaklah mata hati kita untuk bercermin pada masa lalu, dan ukurlah tumpukan debu atau bahkan sampah yang menyelubungi kalbu. Ambilah tisu dan sapu untuk membersihkan semua yang mengotori hati. Kemudian ucaplah selamat tinggal kepada debu, kotoran, najis dan segala macam sampah yang pernah bersarang. Setelah itu minta izinlah kepada matahari dan angina untuk meminjam cahaya dan hembusan agar dapat menyinari, menguras dan menyedot habis semua. Takperlu kita sisakan sedikitpun kotoran, bersihlah hati, sucikan batin.

Katakanlah kepada dosa “tidak! Jangan pernah mendekati lagi! Aku tlah kembali kepada –NYA. Jangan pernah mengira bahwa aku akan menemui atau menemanimu dalam kobaran api-Nya.” Jika kita mampu memberontak dan melakukan perlawanan terhadap masa lalu yang kelabu, dosa yang pernah singgah, dan kebusukan hati yang bersemayam, maka janganpernah kaget bahwa kelak tuhan akan memanggil kita, “Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada-Ku!”

“TINGGI MENGUNUNG DOSA – DOSA KAMI

BERTAMBAH TINGGI SEMAKIN HARI BERJUTA KESALAHAN BERLAPIS KESOMBONGAN SELALU SAJA DATANG MENGHAMPIRI”

Lirik lagu berjudul Irhamna merupakan ajakan saya (OPICK) kepada semua untuk sama sama bebenah membersihkan dan menyucikan diri dari segala dosa yang pernah diperbuat. Ini bukanlah ajakan seorang sufi besar atau wali yang agung, atau nabi yang suci, tapi hanya ajakan dari seorang fakir yang telah menyadari tentang dosa- dosa yang pernah diperbuatnya. Tak ada seorangpun di dunia ini yang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa. Dalam setiap nafas yang kita hirup dan langka kaki kita setiap hari, selalu saja di iringi oleh kesalahan, baik yang sadar dilakukan ataupun tidak. Namun, kadang kita berusaha melalaikanya atau memang malas untuk mengingatnya. Bahkan tak jarang sebagian dari kita yang bangga dengan dosa – dosa, menyombongkan diri dengan apa yang dianggapnya hebat, padahal manusia tidak ada artinya sama sekali dibandingkan dengan kebesaran Allah SWT. Ini adalah nyanyian jiwa seorang hamba yang sedang berusaha mendelatkan diri kepada yang maha Esa agar slalu mendapat Rahmat-Nya, kasih dan saying-Nya.

LANGKA YANG RAPUH JIWA YANG LEMAH

SEGALA SALAH ADALAH MILIK KITA.

SEGALA PUJI HANYA BAGIMU LAUTAN AMPUNAN KASIH SAYANG-MU

ENGKAU YANG PEMURAH ENGKAU YANG PEMAAF

HANYA PADA-MU…HATI INI BERHARAP”

Entah seberapah jauh kita telah berenag menuju ke tepian, atau malah kita tlah begitu jauh berenang menuju samudra. Seluruh tubuh basah kuyup, kita susah mencari bagian tubuh yang kering, kalaupun ada yang kering, tak terendam air, itupun hanya bagian atas tubuh saat posisi memungkinkanya untuk tak terendam. Maka, jika keadaan kita seperti itu jangan bertanya bagian tubuh mana yang kering, atau sudah berapa lama kita terendam air, karena yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita secepatnya berenang ketepian agar kita tak kehabisan nafas dan tenaga, hanyut terhempas gelombang.

Nabi Adam a.s sebagai manusia pertama tak bisa melepaskan diri dari kesalahan. Apalagi manusia biasa seperti kita. Kisah nabi Adam a.s memberi pelajaran berharga kepada umat manusia . beliau berusaha untuk membersihkan dosa-dosanya kepada Allah Swt. Karena telah menuruti bujuk rayu iblis yang durjana, yakni mmakan buah KHULDI di surga. Setelah Allah menghukum Adam dan Hawa dengan mengeluarkan mereka ke bumi, mereka kemudian menyadari kekeliruanya adan bertaubat. Bahkan Nabi Adam a.s selama 40 tahun dalam hidupnya, menagis dan memohon ampun kepada Allah setiap saat, agar dosa-dosanya diampuni Allah. Adam tidak pernah putus asa dari dari rahmat Allah. Maka, jangan pernah terdetik dalam hati kita bahwa Allah tidak mengampuni dosa kita, jika kita mau bertaubat kepada-Nya.

Allah berfirman “katakana, “wahai para hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Allah mengampuni seluruh dosa. Dia maha pengampun dan maha penyayang. Kembalilah kepada tuhan kalian dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum siksa tersebut datang kepada kalian dan kalian tidak mendapat pertolongan,”

(QS Az-Zumar (39):53-54)

Manusia diber keleluasaan untuk kembali kepada Allah. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin, sebelum semua menjadi terlambat. Tuhan justru melarang umat-Nya berputus asa terhadap apa rahmat-Nya. Bertobat adalah salah satu rahmat yang diberikan oleh Al;ak kepada manusia di dunia. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika tuhan menutup kesempatan manusia untuk bertobat, padahal setiap orang bisa saja tergelincir dalam lembah dosa setiap saat. Mungkin tak akan ada surga yang dijanjikan, jika tuhan sama sekali tidak memberi rahmat berupa kesempatan bertobat.

Tantangan jaman di masa Adam dengan masa sekarang jelas berbeda. Di zaman sekarang justru ruang gerak iblis semakin besar, karena longgarnya kemungkinan mereka untuk merayu dan menggoda keturunan Adam. Perzinaan, Perjudian, pemerkosaan, perampokan, penipuan, pencurian, penodongan, penyalahgunaan dan segala macamkejahatan dalam segala bentuknya di masa kini dapat kita saksikan begitu dasyatnya. Hanya dengan duduk santai di rumah, kita sudah disuguhkan dengan pemandangan mesum dan tak bermoral yang di tayangkan di televisi. Lebih dasyat lagi karena semua dapat mengonsumsi, anak-anak yang mestinya belum pantas untuk melihatnya, tetapi sudah disuguhi tayangan yang tidak mendidik, sehingga membuat pola fakir, fantasi dan pandangan-pandanganya terkontaminasi oleh maksiat.

IRMAHNA YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM

KASIHANILAH KAMI

AMPUNILAH KAMI

SELAMATKANLAH KAMI

OH..OH…OOHH

Irhamna ya Allah ya rahman (Berilah kami kasih saying-Mu, wahai tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang). Wahai zat yang maha pengampun, berilah kasih dan saying-Mu. Kami tidak akan sanggup hidup tanpa ampunan-Mu. Selamatkanlah kamu dalam mengarungi bahtera hidup ini. Bimbinglah kami ke jalan yang Engkau ridhai. Demikian kurang lebih maksud senandung ini. Sebuah harapan yang selalu berulang-ulang kita panjatkan, agar benar-benar hati kita dapat menggapai kasih saying Tuhan yang tiada taranya..

“OPICK TOMBOATI”

Opick



Biografi :
Lengkapnya Aunur Rofiq Lil Firdaus atau lebih dikenal dengan nama Opick, lahir di Jember, Jawa Timur, 16 Maret 1974. Ia adalah seorang pencipta lagu dan penyanyi pop religius.

Pria yang mengaku pernah memiliki band yang membawakan lagu-lagu rock itu, telah menelurkan album pertamanya, Istighfar yang dirilis tahun 2005. Lagu utama yang paling terkenal ialah Tombo Ati, Takdir, Alhamdulillah dan Astaghfirullah.

Album berikutnya berjudul Semesta Bertasbih (2006) di mana dalam album tersebut terdapat sepuluh lagu, di antaranya Taqwa, Irhamna, akdir, Teranglah Hati, 25 Nabi, Semesta Bertasbih, Bismillah, Satu Rindu, Buka Mata Buka Hati dan Ya Rasul. Sebagai lagu hit dalam album tersebut adalah Takdir yang dinyanyikannya bersama Melly Goeslaw.

Berikutnya Opick merilis album Ya Rahman (2007), dengan lagu populernya Taubat. Sementara sebelas lagu lainnya di antaranya, Assalamu'alaikum, Rapuh, Pewaris Surga, Mendambamu, Haji, dan lain-lain.

Opick kembali meluncurkan album religi pada 2008 dengan judul CAHAYA HATI dengan lagu pilihan, Cahaya Hati. Album ini berisi 10 lagu, diantaranya, Hanya Allah, Ya Nabi Salam, Alangkah Indahnya, Cinta Setulus Jiwa, Hamba-Hamba Allah, Ketika Cinta, Allah Ya Nur, Tuhan Lindungilah, serta Ramadhan Tiba.

Menjelang bulan Ramadhan, tepatnya Juni 2009, Opick kembali ke studio rekaman untuk merekam album terbarunya yang diberi judul MAHA MELIHAT. Sebagai langkah awal, ia akan melepas single Maha Melihat yang dinyanyikan duet dengan Rachel Amanda. Single ini pula dijadikan theme song sinetron MANOHARA.